Posted by Ron | Posted in | Posted on 1:09 AM
Akhirnya saya punya material GIGI terbaru. Dalam rangka 11 tahun GIGI berkiprah dikancah musik Indonesia, grup asal Bandung ini kembali melepas album self titled yang memuat sembilan lagu baru. Awalnya penulis mengenal grup ini pada album “Dunia” (1995). Grup ini bercirikan rock yang nge-pop atau bisa dibilang sebaliknya, pop yang nge-rock, petikan gitar yang unik dan betotan bass yang tebal dan menonjol, dan mempunyai lirik yang tak biasa.
Seperti judul diatas, musik GIGI bagi saya adalah teman perjalanan dari masa remaja ke masa dewasa. Menemani suka dan duka. Dan juga merupakan salah satu dari sedikit grup di Indonesia yang mempunyai ciri khas sendiri dan unik, dan tidak mengikuti selera “pasar” musik pada saat itu – sampai saat sekarang. Mereka tetap bertahan dengan jenis musik yang mereka pilih, dan mampu membangun fans yang loyal. Dan saya termasuk diantaranya.
Album ini dibuka dengan penuh semangat pada lagu “Sumpah Mati”. Lagu ini mampu membuat kita bergoyang (cocok untuk live nih,GIGI?)
yang bercerita tentang penyangkalan atau pembenaran ketertarikan seorang cowok terhadap cewek lainnya. Selanjutnya diteruskan dengan “Ya ya ya”, yang menjadi singel pertama album ini. Pikir penulis, lagu ini asyik juga kalau di mix ulang menjadi lagu disko (bagaimana,GIGI?), bertutur tentang penantian jawaban.
Setelah dibuai gelombang deras, lagu-pun mulai pelan pada “Cinta Lalu” yang sendu, lalu kembali deras pada lagu selanjutnya, “Munafik”, berisi ungkapan kekecewaan GIGI terhadap seorang tokoh (?). Entahlah.
Lagu selanjutnya yang kembali sendu, “Restu Cinta”, GIGI mencoba bermegah-megah dengan pop yang dibalut buaian orkestra, terasa syahdu dan sendu, ditimpali sesekali Armand mendesah (atau menghayati?) pada akhir-akhir bait lirik lagu. Lagu ini kurang mendapat apresiasi bagi penulis, karena seakan lagu ini sengaja dibuat untuk “selera pasar”, atau suatu saat akan dinyanyikan artis musik lain dalam ruang lingkup yang lebih luas. Selain lagu “Ya ya ya” dan “My Facebook”, ada satu lagu yang bisa membuat penulis terhanyut, “Dan Sekarang” (Penulis berharap lagu ini dapat dijadikan singel selanjutnya dan dibuatkan videoklipnya). Dibuka dentingan piano yang membuat bulu roma berdiri dan masuk pada reffrain yang “rumit”, tidak selaras dengan awalan lagu, bercerita tentang kilas balik sepasang kekasih disuatu kota.
Secara umum, lirik GIGI masih bernuansa cinta. Dan hanya satu lagu yang penulis catat berbeda yaitu lagu “Munafik”.
Untuk penilaian, penulis memberi 3.25 dari 5 bintang (3.25/5 stars).
Tracklist :
1. Sumpah Mati
2. Ya Ya Ya
3. Cinta Lalu
4. Munafik
5. Restu Cinta
6. Harga Kesetiaan
7. Dan Sekarang
8. Anugrah Dari Cinta
9. My Facebook
GIGI adalah :
- Armand Maulana (vokal)
- Dewa Budjana (gitar)
- Thomas Ramdhan (bass)
- Gusti Hendy (drum)
Seperti judul diatas, musik GIGI bagi saya adalah teman perjalanan dari masa remaja ke masa dewasa. Menemani suka dan duka. Dan juga merupakan salah satu dari sedikit grup di Indonesia yang mempunyai ciri khas sendiri dan unik, dan tidak mengikuti selera “pasar” musik pada saat itu – sampai saat sekarang. Mereka tetap bertahan dengan jenis musik yang mereka pilih, dan mampu membangun fans yang loyal. Dan saya termasuk diantaranya.
Album ini dibuka dengan penuh semangat pada lagu “Sumpah Mati”. Lagu ini mampu membuat kita bergoyang (cocok untuk live nih,GIGI?)
yang bercerita tentang penyangkalan atau pembenaran ketertarikan seorang cowok terhadap cewek lainnya. Selanjutnya diteruskan dengan “Ya ya ya”, yang menjadi singel pertama album ini. Pikir penulis, lagu ini asyik juga kalau di mix ulang menjadi lagu disko (bagaimana,GIGI?), bertutur tentang penantian jawaban.
Setelah dibuai gelombang deras, lagu-pun mulai pelan pada “Cinta Lalu” yang sendu, lalu kembali deras pada lagu selanjutnya, “Munafik”, berisi ungkapan kekecewaan GIGI terhadap seorang tokoh (?). Entahlah.
Lagu selanjutnya yang kembali sendu, “Restu Cinta”, GIGI mencoba bermegah-megah dengan pop yang dibalut buaian orkestra, terasa syahdu dan sendu, ditimpali sesekali Armand mendesah (atau menghayati?) pada akhir-akhir bait lirik lagu. Lagu ini kurang mendapat apresiasi bagi penulis, karena seakan lagu ini sengaja dibuat untuk “selera pasar”, atau suatu saat akan dinyanyikan artis musik lain dalam ruang lingkup yang lebih luas. Selain lagu “Ya ya ya” dan “My Facebook”, ada satu lagu yang bisa membuat penulis terhanyut, “Dan Sekarang” (Penulis berharap lagu ini dapat dijadikan singel selanjutnya dan dibuatkan videoklipnya). Dibuka dentingan piano yang membuat bulu roma berdiri dan masuk pada reffrain yang “rumit”, tidak selaras dengan awalan lagu, bercerita tentang kilas balik sepasang kekasih disuatu kota.
Secara umum, lirik GIGI masih bernuansa cinta. Dan hanya satu lagu yang penulis catat berbeda yaitu lagu “Munafik”.
Untuk penilaian, penulis memberi 3.25 dari 5 bintang (3.25/5 stars).
Tracklist :
1. Sumpah Mati
2. Ya Ya Ya
3. Cinta Lalu
4. Munafik
5. Restu Cinta
6. Harga Kesetiaan
7. Dan Sekarang
8. Anugrah Dari Cinta
9. My Facebook
GIGI adalah :
- Armand Maulana (vokal)
- Dewa Budjana (gitar)
- Thomas Ramdhan (bass)
- Gusti Hendy (drum)





Comments (0)
Post a Comment