Saatnya Megadeth

0

Posted by Ron | Posted in , , , | Posted on 6:31 AM

Maaf....
Baru sekarang kesampaian mengulas album terbaru Megadeth. Padahal saya sudah mendengarkan album yang bertitel Endgame ini sejak November 2009. Dan sekarang album ini masih setia dalam playlist lagu yang masih saya dengar sampai saat ini.

Kenapa harus Megadeth?
Yaaah.... Band ini adalah salah satu band heavymetal yang masih mendapatkan perhatian saya sampai sekarang dan bagusnya : masih eksis di blantika musik cadas. Dibalik "melemahnya" kualitas Metallica (banyak yang memperbandingkan kedua band ini), album baru Megadeth seakan menjawab pertanyaan akan sebuah album baru heavymetal yang menggigit -- juga layak dengar!




Dengan bergabungnya gitaris baru Chris Broderick seakan memperkokoh struktur Megadeth yang kembali dibina sejak album United Abominations (2007). Baik Dave Mustaine (vokal, gitar) bersama Chris seakan-akan sudah bermain cukup lama -- begitu padu dan yang penting : fast riff (maaf, belum ketemu padanan katanya dalam bahasa Indonesia). Dan permainan bass James dan gebukan drum Shawn saling bahu membahu mendukung satu kesatuan  dan mampu mengimbangi permainan kedua gitaris tsb dalam satu kesatuan utuh.

Dimulai dengan instrumental yang bertempo cepat dalam Dialectic Chaos, solo gitar saling sahut menyahut, seakan lagu ini berkata: inilah Megadeth! Saya pernah berkelakar pada keponakan saya, (mengenai lagu ini) "mereka bermain gitar pakai sepuluh jari ya..." Percaya atau tidak, saya menulis posting ini sambil mendengarkan album Endgame ini! 

Percayalah. Saya kehabisan kata mereview album ini selain dari kata : GREAT. Berlebihan? Saya rasa tidak. Bagi anda penggemar metal atau bermain dalam band yang berorientasi pada gitar, anda pasti menyukai album ini.

Jadi dengarkan album ini dan pacu adrenalin anda (Jangan dengar album ini sambil bawa motor atau mobil ya? Dijamin anda membawa motor dan mobil dengan kecepatan tinggi. tidak disarankan...hahahaha)

Tracklist:
1. Dialectic Chaos (Dave Mustaine)
2. This Day We Fight! (Mustaine)
3. 44 Minutes (Mustaine)
4. 1,320 (Mustaine)
5. Bite the hand (Mustaine)
6. Bodies (Mustaine)
7. Endgame (Mustaine)
8. The Hardest Part of Letting Go...Sealed With a Kiss (Mustaine, Broderick)
9. Headcrusher (Mustaine, S.Drover)
10.How the Story Ends
11.The Right to Go Insane



Penulis menjagokan seluruh lagu dari album ini. Tapi kalau dipilih atau dipersempit, penulis memeilih Dialectic Chaos, 44  Minutes, The Hardest Part of Letting Go...Sealed With a Kiss dan tentu saja Headcrusher.

Megadeth are:
Dave Mustaine (vokal, gitar/lead gitar)
Chris Broderick (lead gitar)
James LoMenzo (bass)
Shawn Drover (drum)

Album rating: 4/5 stars



Sumber : wikipedia.org and others

Soulfy – Conquer (2008)

0

Posted by Ron | Posted in , , | Posted on 1:24 AM



Entah kenapa saya terlalu telat membahas album terbaru band metal ini. Padahal saya sudah mendapatkan material album ini sudah cukup lama (Juli 2008). Apalagi band ini merupakan salah satu band favorit saya (dari nama band inilah nama email penulis ditetapkan).


Saya awalnya adalah penggemar Sepultura ketika masih bersama Max Cavalera (vokal, gitar). Tapi ketika Max cabut, saya hanya mengikuti album Sepultura setelah Roots hanya pada album “Nations”.


Baiklah, awalnya saya mengetahui mengenai Soulfly pada album kedua mereka yang berjudul “Primitive” yang saya pikir merupakan proyek solo dari seorang Max Cavalera untuk “mengisi waktu luang”nya setelah cabut dari Sepultura. Ini bisa dilihat dari banyaknya musisi-musisi yang memberi kontribusi mulai dari album pertama, walaupun akhirnya mulai stabil sejak album “Dark Ages”(2005) sebagai “full team” band. Max pun pernah menjelaskan bahwa ia menginginkan menggunakan musisi yang berbeda disetiap album. Terakhir Soulfly digawangi oleh Max (Vokal, gitar), Marc Rizzo (gitar), Bobby Burns (bass) dan Joe Nunez (drums).

Gigi, self titled (2009)

0

Posted by Ron | Posted in | Posted on 1:09 AM

Akhirnya saya punya material GIGI terbaru. Dalam rangka 11 tahun GIGI berkiprah dikancah musik Indonesia, grup asal Bandung ini kembali melepas album self titled yang memuat sembilan lagu baru. Awalnya penulis mengenal grup ini pada album “Dunia” (1995). Grup ini bercirikan rock yang nge-pop atau bisa dibilang sebaliknya, pop yang nge-rock, petikan gitar yang unik dan betotan bass yang tebal dan menonjol, dan mempunyai lirik yang tak biasa.

Seperti judul diatas, musik GIGI bagi saya adalah teman perjalanan dari masa remaja ke masa dewasa. Menemani suka dan duka. Dan juga merupakan salah satu dari sedikit grup di Indonesia yang mempunyai ciri khas sendiri dan unik, dan tidak mengikuti selera “pasar” musik pada saat itu – sampai saat sekarang. Mereka tetap bertahan dengan jenis musik yang mereka pilih, dan mampu membangun fans yang loyal. Dan saya termasuk diantaranya.

Album ini dibuka dengan penuh semangat pada lagu “Sumpah Mati”. Lagu ini mampu membuat kita bergoyang (cocok untuk live nih,GIGI?)

Foo Fighters in My Heart

0

Posted by Ron | Posted in , , | Posted on 7:57 PM


Gue sudah lama memonitor group ini sejak awal sampai saat sekarang ketika mereka merilis album teranyar mereka Echoes, Silence, Patience & Grace (September 2007). Itu tak lepas dari kiprah frontman band ini ( Dave Grohl, vokal & gitar) yang merupakan drummer band grunge terkenal, Nirvana. Grohl menghabiskan waktu luangnya dengan bermain gitar dan mengarang lagu semasa masih bersama Nirvana. Dan hasil karyanya tersebut disimpannya sendiri karena ia merasa direcoki oleh music style Kurt Kobain. Setelah kematian Kurt Kobain(1994), maka bubarlah Nirvana. Grohl mulai merekam demo tape dan sempat merilis mini album dengan inisial Late! berjudul Pocketwatch, kemudian akhirnya mengusung nama Foo Fighters. Awalnya ia mencoba mengajak Krist Novoselic (teman band semasa di Nirvana), tapi keduanya sepakat tidak bekerjasama dalam musik mengingat bahwa suatu hal yang aneh bagi orang lain jika mereka melakukan proyek musik bersama lagi tanpa kehadiran Kurt Kobain. Bagaimanapun demo tape tersebut beredar dan menarik minat perusahaan rekaman. Grohl segera membentuk band dan menghubungi Pat Smear (gitaris tambahan selama tur Nirvana), Nate Mendel (bass) dan William Goldsmith (drum). Ia melisensikan album perdana Foo Fighters kepada Capitol Records. Maka debut album self title pun dirilis bulan Juli 1995. Debut album ini lumayan mendapat sambutan oleh penikmat musik (Ingat video musik I’ll Stick Around yang lumayan sering diputar di MTV?). Juga ada rasa penasaran akan gaya musik yang diusung Foo Fighters mengingat Grohl merupakan salah satu personil Nirvana. Penulispun merasakan hal yang sama. Sangat penasaran. Maka, setelah 6 bulan berselang, album debut tersebut penulis beli dari uang yang disisihkan dari uang saku penulis. Dan penulis juga dapat merasakan ada benang merah antara musik Foo Fighter dan Nirvana. Hal inipun diakui Grohl bahwa ia terpengaruh music style Kurt Kobain, lagu yang mula-mula pelan tiba-tiba menjadi cepat dan hard ditengah lagu, begitu sebaliknya. Tapi sejujurnya penulis merasa bahwa lagu-lagu dalam album tersebut cenderung murung. Apakah ini dipengaruhi kematian sahabat baik Grohl (Kobain) ? Entahlah....

Lalu pada tahun 1997, meluncurlah album kedua The Colour and The Shape,

The Circle - Album baru Bon Jovi

0

Posted by Ron | Posted in , , , | Posted on 11:22 AM



Surprise juga mengetahui bahwa salah satu band rock favorit saya mengeluarkan album barunya. Yesss....! Bon Jovi akhirnya merilis album baru yang berjudul "The Circle". Album ini dirilis pada tanggal 10 November 2009 yang diproduseri oleh John Sanks. Album baru ini berhasil memuncaki beberapa charts album dibeberapa negara.


Dulunya, penulis berkenalan dengan band rock asal New Jersey- Amerika ini dari album kaset yang dibeli kakak laki-laki penulis. Awalnya penulis tidak tahu judul albumnya -- yang tahu cuma judul lagunya : You Give Love a Bad Name dan Livin on Prayer. Baru beberapa tahun kemudian penulis telusuri kedua lagu tersebut terdapat dalam album Slippery when Wet (1986).


Baru pada tahun 1990-an penulis mulai mengenal Bon Jovi dengan membeli kaset (dari tabungan sendiri....) yang berjudul Keep The Faith. Album ini begitu berkesan bagi penulis, apalagi beberapa lagu dari album tsb rata-rata menjadi hits : semisal Keep The Faith, Bed Of Roses, I Believe, In these Arms, I'll Sleep when I'm Dead dan Dry County.


Baiklah.... Sekarang beranjak ke album baru dari band yang di motori oleh John Bon Jovi ini.
Secara umum, musik dari album baru ini lebih soft dari album Bon Jovi yang penulis sangat kenal (Keep The Faith-1990). Tapi sisi bagusnya, kebiasan dari grup ini umumnya selalu mengeluarkan singel pertama yang menggugah dan membangkitkan semangat (mungkin berlebihan kalau penulis menyebutnya "Positive Single"...)