Disturbed yang tak bisa dihancurkan… (Indestructible-2008)

0

Posted by Ron | Posted in , , | Posted on 10:14 AM


Bagi penulis awalnya merasa bahwa band rock asal Chicago (terbentuk tahun 1996) ini hanya musiman disaat wabah nu metal merajai sekitar tahun 1999 – 2001 yang dipelopori oleh band KoRn yang terkenal dengan album “Follow the Leader” –nya dan juga Limp Bizkit. Group ini sejaman dengan Papa Roach, Adema, Drowning Pool, dll.
Dengan promosi yang cukup gencar pada Maret 2000, mereka meluncurkan album “The Sickness” (Giant Records) dengan single “Down with the sickness” yang lumayan meledak dan mendapat perhatian khalayak penikmat musik, kemudian menghiasi beberapa soundtrack film, juga mendapat respon positif bagi penulis, karena band ini berbeda corak musiknya dibanding band band lain disaat wabah nu metal tsb. Repetan bass drum-nya itu lho…kayak senapan mesin…,dan ada pula repetan vokal (kayak ngerap) pada bagian tertentu dari lagu, plus ritem gitar yang cendrung heavy (tebal). Cool….
Formasi awal band tsb adalah; David Draiman - Vocals (1996-sampai sekarang), Dan Donegan - Guitar, Electronics (1996-sampai sekarang) ,Mike Wengren - Drums (1996-sampai sekarang), dan Steve "Fuzz" Kmak - Bass (1996-2003) yang kemudian pada saat ini posisinya diisi oleh John Moyer - Bass, Backing Vocals (2004-sampai sekarang)
Band ini menuai kontroversi dengan mendukung file sharing musik lewat internet. Alasannya (David Draiman) adalah ketika band membuat lagu (album) dan band ingin lagu mereka didengarkan orang. Dengan teknologi internet ,band merasa mereka akan mampu menjangkau lebih banyak pendengar daripada kemampuan band itu sendiri (lewat promosi dan semacamnya). Baik bener group ini….



Poetimusically

0

Posted by Ron | Posted in | Posted on 9:35 AM

Blog ini akan membahas berkisar disekitar musik dan puisi. Untuk puisi, penulis baru pada tahap mem-“publish” karya-karya sendiri yang selama ini terpendam dibuku catatan. Mungkin ada satu-dua kutipan puisi yang diambil dari penulis terkenal, dimana kutipan tersebut mempunyai kesesuaian terhadap suasana hati penulis saat mem”posting” tulisan terbaru.

Mengenai musik, penulis mencoba menawarkan semacam referensi dari musik yangg penulis dengar pada saat ini, tentu juga akan membahas album terbaru dari artis-artis penyanyi yang kebetulan penulis lebih “familiar” (kenal). Nantinya dibahas dari sudut pandang penulis supaya dapat menjadi pertimbangan bagi pembaca untuk mendengarkan musik, apakah musik tersebut layak dengar atau bikin sakit kuping aja? Standarnya adalah berapa bintang yang berhasil diperoleh musik tsb dari skala lima bintang (merujuk skala bintang di Windows Media Player 11).

· Satu bintang * : jelek, hoeeks (muntah), bad

· Dua ** : tidak mengigit, poor

· Tiga *** : biasa, normal

· Empat **** : menarik, layak dengar, good

· Lima ***** : masterpiece, excellent

Semoga apa yang penulis bahas berguna. Welcome to You…

Black Light Burns….And turn to dust.

0

Posted by Ron | Posted in | Posted on 12:40 AM




Anda kenal Limp Bizkit (LB)?. tentu. siapa yang tak kenal grup band asal AS yang fenomenal ini. Fred durst (Vokal) yang nge-rap dan agak bengal, dan yang menarik ulah gitaris LB, Wes Borland, dengan selalu memakai lensa kontak warna hitam dan suka melaburi tubuhnya dengan warna-warna suka-suka.
nah, kita bicara mengenai nih orang (Wes). Setelah keluar dari LB dan gabung lagi saat pembuatan album LB “the unquestionable truth part 1” kemudian status wes tidak jelas lagi, setidakjelas keberlanjutan dari LB sendiri.
Dan Wes pun mengakui bahwa saat ini prioritasnya adalah band barunya yang bernama “black light burns”.
awalnya nih orang telah membuat side project saat suntuk bersama LB yang diawali dengan band “BIG DUMB FACE”, band konyol ala Wes,. disini Wes berperan sebagai vokalis,gitaris,bassis and drumis…(also programming). Diberitakan bahwa band BDF ini adalah cara WES untuk mengetes penerimaan pemirsa (pendengar) akan music style yang akan diusung Wes (yang multi instrumentalis) dengan semangat yang tidak serius. dan dilanjutkan dengan “EAT THE DAY”.
And now, Wes mencoba meng-eksis-kan dirinya melalui Black Light Burns (BLB), sebagai vokalis! dan hal inilah yang akan dikomentari penulis.
penulis telah mendengar tiga lagu dari album perdana BLB (Cruel melody), dan kesimpulannya… sebaiknya wes tutup mulut aja deh, and play those guitars! dari tiga lagu itu (animal, lie, & coward) menurut penulis hanya animal yang menarik perhatian.
Coba anda bayangkan suara fred durst bila menyanyikan lagu ini (animal), pasti anda pikir lagu ini “Limp Bizkit” banget! Jadi sebenarnya (kesimpulannya) Limp bizkit itu adalah Wes Borland, tanpa menyampingkan peran personil lainnya.
Oke. lupakan Limp Bizkit.
nih orang ngga cocok jadi vokalis (atau vokal nya yang ngga cocok dengan musik yang diusungnya : Alternative Rock/Industrial Rock). Musiknya oke, gahar, hard, tapi vokal seperti seseorang yang sedang bersenandung kecil didalam kamar mandi, terlepas dari bahwa Wes memiliki ke-khas-an sendiri dalam bermain gitar. dan juga ia seorang yang brilian (dalam bergitar).
sebaiknya Wes tetaplah berfokus dengan instrumen yang sangat dikuasainya sampai saat sekarang (dan disegani) : Gitar. biar orang lain saja yang jadi vokalis. seorang Wes tak kan redup bila hanya memainkan gitar. bagaimanapun yang terjadi, anggota band yang terkenal biasanya sang vokalis dan gitaris. dan Wes tak akan kehilangan perhatian.
tapi usaha WES pantas diacungi jempol, berani muncul ke rimba per-musik-an dan menunjukkan inilah Wes Borland apa adanya (dan ngga malu, ngga mau menipu, dan pede aja lagee…). ia mencoba jujur dalam bermusik.